Berakhir Ricuh Laga Persija vs Bali United Tuai Kecaman Netizen

Info Bola harian

Info bola Harian – Pertandingan Liga 1 Gojek Indonesia pekan yang ke-34 antara tuan rumah Bali united yang berhadapan dengan tamunya Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali  berakhir dengan kemenangan tim asal ibukota Persija Jakarta dengan skor tipis 1-2 pada hari Minggu, (02/12/2018) waktu setempat.

Laga yang berakhir dengan kemenangan tim berjuluk Macan Kemayoran ini harus berakhir dengan ricuh dikarenakan kepemimpinan wasit Jumadi Effendi yang dianggap merugikan tim tuan rumah membuat seisi stadion sempat memanas hingga membuat laga harus tertunda beberapa menit setelah beberapa oknum supporter tuan menyalakan kembang api yang membuat laga harus terhenti.

Persija yang unggul atas tim ruan rumah lewat gol yang dicetak oleh  Sandi Sutha  pada menit ke-7 serta gol kedua dari pemain asing mereka Marko Simic lewat titik putih setelah pemain belakang tuan rumah melalukan pelanggaran kepada salah seorang pemain sayap Persija Jakarta di daerah kotak terlarang wasit yang memberikan hadiah tendangan pinalti berhasil dieksekusi dengan tenang oleh pemain asal Kroasia tersebut membuat tim tamu unggul.

Sementara Bali United yang tertinggal dua gol  dari tim lawan berhasil memperkecil ketertinggalan mereka setelah  Stefano Lilipaly berhsul merobek gawang Adritany pada menit 90 lewat bola sodoran dari penyerang naturalisasi Ilja Spasojevic membuat kedudukan menjadi 1-2 bagi kedua tim hingga pertandingan berakhir skor tidak berubah untuk kemenangan Persija.

Bali United sempat memiliki peluang menyamakan kedudukan jika saja handsball yang dilakukan pemain belakang Persija tidak dianulir oleh wasit Jumadi Effendi, hal ini membuat seluruh official Bali United melakukan protes kepada sang pengadil lapangan tersebut namun sang wasit tidak menggubris keputusannya dengan memberikan hadiah tendangan pojok.

Pertandingan  yang di pinmpin oleh Wasit Jumadi Effendi mendapatkan kecaman yang berasal dari masyarakat Indonesia yang menganggap keputusan sang wasit dianggap memuluskan Persija meraih tiga poin skaligus memangkas jarak mereka dengan pesaing terdekat mereka PSM Makassar, selain itu beberapa netizen juga mengomentari komisi PSSI yang membiarkan wasit Jumadi Effendi memimpin laga krusial ini mengingat kiprah wasit Jumadi semasa baktinya memiliki kontroversi dalam memimpin laga.

Selain itu netizen juga banyak  yang memberikan dukungan kepada Bali United yang dianggap sebagai korban dari sepakbola mafia yang diterapkan PSSI untuk tetap semangat berjuang mengingat mereka masih memiliki kesempatan untuk berada di posisi 10 besar klasemen liga 1 Indonesia mengingat tim Bali United masih menyisakan 1 laga kandang yang akan mereka jalani dipenghujung musim liga Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *